Beranda > Analisis Politik, Artikel, Demokrasi, Politik > TIGA KUALITAS PERSAINGAN

TIGA KUALITAS PERSAINGAN

Tulisan ini telah diterbitkan Majalah GATRA halaman .. No. .. TAHUN XV 14-21 Mei 2009

Saat ini, kita mulai memasuki masa kampanye dengan kecepatan tinggi dari tiga pasangan: SBY Berbudi, JK-Win, dan Mega-Pro. Waktu satu bulan menjadi satu bulan penuh drama. Polling yang sejauh ini sudah dilansir akan menemukan pembuktian. Di samping itu, kita juga akan menemukan suatu retail politics dalam skala yang amat besar. Kita dapat membayangkan bahawa tiga pasang ini tidak hanya menggunakan partai, tapi juga tokoh (untuk endorsement), lobi di berbagai lapisan dan tingkat masyarakat, riset. Diperkirakan iklan televisi akan membantu, tetapi penentunya tetap pada retail politics. Kemampuan menerjemahkan prestasi masa lalu dan prospek masa depan.

Boleh dikatakan, sebagai incumbent, SBY mempunyai ruang yang luas untuk mendikte kriteria kepresidenan mendatang. Hal inilah yang diupayakan secara terus-menerus oleh SBY. Citra SBY sebagai safe choice terus-menerus dicitrakan. Untuk masyarakat Indonesia yang diprediksi masih berharap ‘masa tenang’, maka SBY cukup berhasil memproyeksikan citra itu. Dipilihnya Boediono juga diharapkan memberikan penekanan pada upaya SBY sebagai safe choice.

Tantangan SBY ke depan jika diberi mandat oleh rakyat adalah kemampuan memadukan kestabilan politik dan keamanan dengan pemulihan ekonomi. Boediono diharapkan menjadi orang yang tepat dalam penekanan atas hal tersebut. Bagaimana pun ia telah berperan besar dalam pemerintahan selama 10 tahun terakhir, dan penunjukannya sebagai cawapres  diharapkan bisa memuaskan lapisan masyarakat yang mengharapkan kesinambungan.

Harus disadari saat ini bahwa JK juga adalah incumbent. Semua kekuatan elektabilitas yang dipunyai SBY, dipunyai oleh JK. Jauh di lubuk hati masyarakat, pengakuan terhadap JK cukup kuat mengingat ia menjadi orang yang mengambil banyak risiko untuk tercapainya target-target pemerintah. Citra sebagai orang yang selalu tuntas menjadi kekuatan paling besar dari JK. Tidak mengherankan bahwa JK juga berusaha keras membuat citra ini semakin kuat. Baik dalam iklan media maupun dalam pernyataan-pernyataan, JK berusaha mendorong supaya masyarakat menyambut ini menjadi kekuatan (leading factor) dan bukan halangan (liability).

JK juga dengan bijak memperkuat citra itu dengan memilih Wiranto. Di sana ada pesan bahwa JK siap membangun tim termasuk tokoh sebesar Wiranto, sekaligus menegaskan bahwa siapapun wakilnya, JK-lah yang pegang komando. Hal ini hendak dikontraskan dengan pasangan SBY-Boediono. Kesigapan membangun tim juga ditampilkan dari kemampuan JK mengkonsolidasikan kembali selepas situasi ‘pemisahan’ dari SBY. Konsolidasi Golkar juga diperkirakan akan terus dilakukan. Meski tidak akan selalu menghasilkan Golkar yang terkonsolidasi seperti pra-pemilu, citra JK sebagai orang yang sigap membangun tim terus dibangun.

Diperkirakan, JK juga memerlukan endorsement dari tokoh publik untuk mendukung sisi kuat ini. Hal ini juga menjadi upaya softening image, untuk memperhalus citra kuat yang sering dipersepsi sebagai keras dan kasar ini. Ada segmen pemilih tertentu yang memang lebih memilih calon yang lebih ‘halus’. JK tentu akan terus berusaha mendekati segmen ini. Berusaha lebih baik daripada tidak sama sekali, begitu JK.

Secara elektoral, Megawati adalah calon yang paling mengakar. Identifikasi pemilih bahwa PDI-Perjuangan adalah Megawati, dan Megawati adalah PDIP amatlah kuat. Hasil vote dari pemilu legislatif menunjukkan bahwa pemilih Megawati solid. Ada kesadaran dari PDI-Perjuangan bahwa yang diperlukan adalah upaya memperluas pemilih Megawati. Hal ini ditunjukkan dengan langkah memilih Prabowo. Prabowo dianggap mewakili sisi masyarakat yang menyukai (favour) SBY dan JK, yaitu decisive, turun tangan menangani masalah, mewakili keluarga “Bhinneka Tunggal Ika”, sekaligus menambah bobot Megawati sebagai pemimpin yang akan selalu didampingi dengan orang nomor dua yang siap sedia (perfect number two). Selain itu, Prabowo dan Gerindra telah membuktikan bahwa sebagai partai baru yang cepat mengkonsolidasikan dukungan di segmen masyarakat tertentu.

Tim Megawati sadar bahwa masa pemulihan politik-ekonomi pada masa kepresidenan Megawati (2001-2004) bukanlah memori yang baik di hati pemilih. Dengan ini, Megawati membutuhkan tim yang diharapkan dapat memberikan reassurance bahwa kali ini Megawati akan lebih pro-aktif. Apa modal Megawati? Secara mengejutkan, sebenarnya modal Megawati amatlah banyak. PDI-Perjuangan mempunyai gubernur, bupati, walikota yang dapat membuktikan bahwa tim Megawati akan menjangkau sampai ke sana. Tim inilah yang nanti akan menerjemahkan program konsolidasi ekonomi dan kesejahteraan. Diperkirakan, jika kinerja kepala daerah PDI-Perjuangan ini terus diangkat dan dikonsolidasikan di hati pemilih, maka Megawati akan mendapat angin yang akan mengantarnya sampai swing vote.

Dalam ketiga calon ini, kita mendapat kesan bahwa ketokohan pasangan calon akan diukur dalam soal kenegarawanan dan problem-solver. Dalam soal kenegarawanan, masyarakat cenderung memilih pasangan calon yang mempunyai pandangan kemasyarakatan yang membuat masyarakat tenteram. Pilihan agenda yang memecah belah masyarakat dan pilihan sesaat dapat melemahkan citra kenegarawanan. Dalam soal problem solver, nampak masyarakat ingin masalah publik ditangani secara segera dan menjawab kebutuhan masyarakat. Jelas masyarakat ingin keduanya. Sekaligus, masyarakat ambigu akan keduanya. Artinya, dalam diri pasangan calon, kedua hal itu seringkali tidak ditemukan secara bersama, dan itu membuat pemilih kembali ke situasi aman mereka masing-masing.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: